Sejarah

  • 09 Juli 2019

SEJARAH DESA

     Sebelum 1906, Bulo berasal dari kata "Ma'Bulosi Peppa" artinya bersekutu padu. Menurut sejarah orang-orang yang tinggal digunung yang bernama "Ulunna Takku" bersatu padu(Ma'bulosipeppa) pindah kepesisir sungai Rappang, itulah sebab dinamakan "Bulo".

     Kemudian pada tahun 1906-1957, oleh Arung Rappang setelah dipaksa tunduk kepada kolonial Belanda membagi dua Bulo yakni Bulo Timoreng dan Bulo wattang. 

     Setelah itu, pada tahun 1957- 1966 disatukan kembali karena H. Ambo Habi lari masuk kota Rappang karena takut pada gerombolan TKR yang dipimpin Usman Balo danHami Ali. Sehingga administrasi Pemerintahan Desa diserahkan kepada Kepala Desa Bulo Timoreng yakni Lapalurengi.

     Selanjutnya pada Tahun 1966-1990, setelah La Tjing menjadi kepala Desa, terjadilah penggabungan Desa yakni Lanrang, Bulo dan Cipo menjadi "Wanua Timoreng Panua" yang dikepalai oleh Andi Lolo (Petta Biku). Setelah Letnan Saleh diangkat oleh Pemerintahan Orde Baru, Kepala. Terjadi lagi perubahan wanua menjadi Desa.

     Kemudian tahun 1987 Desa Timoreng panua dimekarkan menjadi dua yakni Desa Timoreng Panua (lanrang dan Bulo Wattang ) dan Desa Bulo Timoreng dan Cipo). Tahun 1996 Bulo Wattang menjadi Desa terpisah dari Timoreng Panua.

     Pada tahun 1994 menjadi Desa Persiapan. Selanjutnya pada 1999-2004 menjadi Desa Definitif. Andi Dari Kepala Desa Bulo Wattang.

  • 09 Juli 2019